METABOLISME : ENERGI DAN ENZIM
1. Energi dan
Kerja
- Energy kemampuan untuk melakukan kerja
- Sel hidup melakukan 3 tipe utama kerja
- Kerja Kimia—mensintesis molekul kompleks
- Kerja transport pengambilan nutrien, eliminasi sisa, keseimbangan
ion
- Kerja Mekanik internal dan perpindahan eksternal
- Pada ekosistem, photoautotrophs dan chemolithoautotrophs menangkap
energi dan menggunakan beberapa untuk transformasi karbondioksida menjadi
molekul-molekul organik; molekul organik kemudian menyediakan sumber
karbon dan energi untuk chemoheterotrophs, yang mengubah oksidasi molekul
organik melalui proses seperti respirasi aerob, melepaskan karbondioksida
- Sumber energi utama pada sel hidup adalah adenosine-5'-triphosphate
(ATP)
2. Hukum
termodinamika
- Ilmu analisis perubahan energi termodinamika pada pengumpulan materi
disebut sistem; semua materi lain di alam disebut lingkungan sekeliling
- Hukum pertama, energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan
- Total energi di alam cenderung konstan
- Energi dapat diredistribusikan baik itu dalam sistem atau antara
sistem dan lingkungan sekelilingnya
- Energi diukur dalam kalori dimana 1 kalori adalah sejumlah energi
panas yang dibutuhkan untuk meningkatkan suhu 1 gram air dari 14.5°C
hingga 15.5°C
- Hukum kedua, proses fisika dan kimia berlangsung dalam beberapa cara
dimana kesalahan dalam peningkatan alam semesta hingga kemungkinan
maksimum
3. Energi bebas
dan reaksi
- Perubahan energi yang dapat terjadi pada reaksi kimia diekpresikan
dalam persamaan untuk perubahan energi (DG = DH – T/DS); perubahan
energi bebas (DG) adalah
sejumlah energi pada sistem yang tersedia untuk melakukan kerja
- Perubahan energi bebas pada reaksi kimia secara langsung berhubungan
dengan keseimbangan konstan reaksi
- Standar perubahan energi bebas (DG0´) adalah perubahan
dalam energi bebas dibawah kondisi standar konsentrasi, pH, tekanan, dan
temperatur
- Ketika DG0´ negatif, keseimbangan konstan lebih besar daripada satu dan
reaksi berlangsung ke penyelesaian seperti yang tertulis; reaksi
dikatakan exergonic
- Ketika DG0´ positif, keseimbangan konstan kurang dari satu dan sedikit
produk dibentuk pada saat seimbang; reaksi dikatakan endergonic
4. Peran ATP
pada Metabolisme
- ATP adalah molekul berenergi tinggi; penyingkiran fosfat terminal
melalui hidrolisis berlangsung hampir selesai denga perubahan besar energi
bebas standar negatif (yaitu, reaksi sangat exergonic); ATP juga memiliki
potensi transfer grup fosfat tinggi
- Karakteristik tersebut membuat ATP sesuai dalam peranannya sebagai
sumber energi; ATP dibentuk dari ADP dan Pi melalui proses penangkapan
energi; exergonic memecahkan ATP dipasangkan dengan macam-macam reaksi
endergonik untuk memfasilitasi penyelesaian mereka
5. Reaksi
Oksidasi-Reduksi dan Pembawa Elektron
- Pelepasan energi selama proses metabolik berlangsung secara normal
melibatkan reaksi oksidasi dan reduksi
- Reaksi Oxidasi-reduksi (redox) melibatkan transfer elektron dari
donor (agen pereduksi atau reductant) ke akseptor (agen pengoksidasi atau
oxidant)
- Keseimbangan konstan untuk reaksi oksidasi-reduksi disebut Standar
potensial reduksi (E0) dan mengukur kecenderungan agen pereduksi untuk
kehilangan elektron; potensial reduksi lebih negatif, agen pereduksi yang
lebih baik adalah sebagai donor elektron
- Ketika elektron ditransfer dari donor elektron ke akseptor elektron
dengan potensial reduksi lebih positif, energi bebas dilepaskan dan dapat
digunakan dari ATP
- Transport Electron penting dalam berbagai proses metabolik (seperti,
respirasi dan photosynthesis); sel-sel menggunakan bermacam-macam pemabwa
elektron yang diorganisasi dalam rantai untuk memindahkan elektron;
pembawa electron membawa antara lain NAD+, NADP+, flavoproteins,
coenzymes, dan cytochromes; pembewa tersebut berbeda dalam hal bagaimana
mereka membawa elektron, dan ini berpengaruh kuat dengan bagaimana mereka
berfungsi pada rantai transport elektron
6. Enzim
- Struktur dan klasifikasi enzim
- Enzim adalah protein katalis yang sangat spesifik untuk reaksi
terkatalisis dan molekul dalam bereaksi
q Katalis adalah substansi
yang meningkatkan kecepatan reaksi tanpa perubahan secara permanen
q Molekul yang
bereaksi disebut substrat dan substansi yang dibentuk adalah produk
- Enzim dapat hanya mengandung protein atau dapat berupa holoenzyme,
terdiri dari komponen protein (apoenzyme) dan komponen nonprotein
(cofactor)
q Kofaktor Grup
Prosthetic yang benar-benar diserang apoenzim
q Kofaktor Coenzyme
yang sedikit diserang apoenzim; ini mungkin memisahkan dari apoenzim dan
membawa satu atau lebih produk reaksi ke enzim lain
- Mekanisme
reaksi enzim
- Enzim meningkatkan kecepatan reaksi, namun tidak merubah
keseimbangan konstan
- Enzim menurunkan energi aktivasi yang dibutuhkan untuk membawa
bersama molekul tereaksi dengan benar untuk membentuk komplek keadaan
transisi; ketika keadaan transisi telah dicapai reaksi berlangsung secara
cepat
- Enzim membawa bersama substrat pada sisi aktif untuk membentuk
komplek substrat enzim; hal ini dapat menurunkan energi aktivasi dalam
beberapa cara:
q Konsentrasi lokal
substrat ditingkatkan pada sisi aktif (catalytic) enzim
q Molekul pada sisi
aktif diorientasikan secara benar supaya reaksi dapat terjadi
- Pengaruh
lingkungan terhadap aktivitas enzim
- Adanya Sejumlah substrat dapat mempengaruhi kecepatan reaksi,
dimana peningkatan seperti peningkatan konsentrasi substrat hingga semua
molekul enzim dapat mengikat substrat dan mengubahnya menjadi produk
secepat mungkin
q Tidak ada
peningkatan kecepatan yang akan terjadi dengan peningkatan subsekuen pada
konsentrasi substrat, dan reaksi tersebut berlangsung pada kecepatan maksimal
(Vmax)
q Konstanta The
Michaelis (Km) dari enzim adalah konsentrasi substrat yang dibutuhkan untuk
reaksi mencapai setengah kecepatan maksimal dan digunakan seperti mengukur
afinitas lawan dari enzim untuk substrat tersebut
- Aktivitias Enzim dipengaruhi oleh perubahan pH dan temperatur;
setiap enzim memiliki pH and temperature optimum spesifik; keadaan
ekstrim pH, temperature, dan faktor lain dapat menyebabkan denaturasi
(kehilangan aktivitas berhubungan dengan gangguan struktur)
- Penghambatan
Enzim
- Penghambatan kompetitif terjadi ketika inhibitor mengikat sisi
aktif dan biasanya bersaing dengan substrat (jika inhibitor mengikat,
kemudian substrat tidak dapat, dan reaksi tidak terjadi); tipe
penghambatan ini dapat diatasi dengan penambahan substrat berlebihan
- Penghambatan Noncompetitive terjadi ketika inhibitor mengikat enzim
pada beberapa lokasi selain pada sisi aktif dan merubah bentuk enzim
sehingga ini tidak aktif atau kurang aktif; tipe penghambatan ini tidak
dapat diatasi dengan penambahan substrat berlebihan
7. Alamiah dan Signifikan Regulasi Metabolik
- Regulasi penting bagi microorganisme untuk pemenuhan energi dan
materi dan untuk mengatur keseimbangan metabolik meskipun sering berubah
pada lingkungan mereka
- Proses metabolik dapat diregulasi menjadi tiga cara utama:
- Saluran Metabolik melokalisasi metabolit dan enzim pada bagian
berbeda di sel
- Stimulus atau penghambatan enzim pada jalur
- Peningkatan atau penurunan jumlah molekul enzim yang ada (regulasi
ekspresi gen)
8. Penyaluran
Metabolik
- Cara pembagian ruangan adalah
mekanisme biasa pada penyaluran metabolik; enzim dan metabolit
didistribusikan pada struktur sel atau organel terpisah
- Penyaluran dapat menghasilkan variasi tertanda pada konsentrasi
metabolit dan oleh karena itu secara langsung mempengaruhi aktivitas enzim
9. Kontrol
aktivitas Enzim
- Regulasi Allosteric dari aktivitas enzim oleh efektor atau
modulator, yang mengikat dapat balik dan tidak kovalen pada sisi regulator
enzim; sisi regulator berbeda dengan sisi katalitik
- Modifikasi kovalent dari regulasi enzim aktivitas enzim oleh
penambahan kovalen atau pemindahan grup kimia (seperti, phosphate, grup
methyl, asam adenylic)
- Penghambatan Balik
- Setiap jalur memiliki sedikitnya enzim pacemaker yang mengkatalisis
terlambat (terbatasnya kecepatan) reaksi pada jalur; seringkali ini
sebagai reaksi pertama pada jalur
- Pada penghambatan balik (penghambatan produk akhir), produk akhir
dari jalur menghambat enzim pacemaker
- Pada jalur bercabang, keseimbangan antara produk akhir diatur melalui
penggunaan enzim regulator pada titik cabang; jalur bercabang multipel
seringkali menggunakan isoenzim, masing-masing dibawah kontrol terpisah
dan bebas
METABOLISME
: PEMBENTUKAN ENERGI
1. Ringkasan
Metabolisme
- Metabolisme (semua reaksi kimia yang terjadi di dalam sel) dapat
dibagi menjadi dua bagian utama: katabolisme dan anabolisme
- Katabolisme-pemecahan molekul besar dan komplek menjadi molekul
yang lebih kecil serta sederhana, selama proses ini energi dilepaskan,
dijebak, dan dapat digunakan untuk melakukan kerja
- Anabolisme-sintesis molekul komplek dari yang sederhana dan selama
proses ini energi ditambahkan sebagai input
- Chemolithotrophy dan fotosintesis termasuk sebagai proses
penghasilan energi katabolik, meskipun mereka tidak melibatkan degradasi
molekul komplek
- Mikroorganisme khemotrophic tidak hanya bervariasi dalam sumber
energi mereka namun juga akseptor elektron mereka
- Jika sumber energi dioksidasi dan didegradasi tanpa menggunakan
akseptor elektron eksogen, proses
disebut fermentasi
- Jika sumber energi dioksidasi dan didegradasi menggunakan akseptor
elektron eksogen, proses disebut respirasi; pada respirasi aerob akseptor
elektron terakhir adalah oksigen, sedangkan pada respirasi anaerob
akseptor elektron adalah molekul lain selain oksigen
- Untuk organisme chemoorganoheterotrophic, katabolisme seringkali
proses tiga tahap selama nutrien memasuki jalur degradasi; biasanya jalur
fungsi secara katabolik dan anabolik dinamakan ampibolik
2. Pemecahan
Glukosa menjadi Piruvat
- Jalur
glikolisis
- Juga dikenal sebagai jalur Embden-Meyerhof, ini jalur yang paling
biasa ditemukan di semua grup utama mikroorganisme
- Fungsi ini berlangsung ada atau tidak ada oksigen dan dibagi
menjadi dua bagian:
q Tahap glukosa gula
6-carbon difosforilasi dua kali menghasilkan fruktosa 1,6-bisphosphate; ini
membutuhkan pengeluaran dua molekul ATP
q Tahap gula 3 karbon
memecah fructose 1,6-bisphosphate
menjadi dua molekul 3 karbon, dimana masing-masing diproses menjadi piruvat;
dua molekul ATP diproduksi oleh fosforilasi tingkat substrat dari masing-masing
molekul 3 karbon menghasilkan dua molekul ATP; 2 molekul NADH juga diproduksi
per molekul glukosa
- Jalur
pentosa fosfat
- Juga dikenal sebagai jalur hexose monophosphate, jalur ini
menggunakan kumpulan reaksi berbeda untuk memproduksi bermacam-macam gula
fosfat 3-, 4-, 5-, 6-, dan 7-karbon
- Memiliki beberapa fungsi katabolik dan anabolik
q Produksi NADPH,
dimana bertindak sebagai sumber elektron untuk proses biosintesis
q Sumber jaringan
empat dan lima karbon yang dapat digunakan dalam sintesis asam amino, asam
nukleat, dan makromolekul lain
q Katabolisme lengkap
dari heksosa dan pentosa, menghasilkan ATP dan NADH (dibuat dengan mengubah
NADPH menjadi NADH)
- Jalur
Entner-Doudoroff
- Hubungan Reaksi jalur ini yaitu jalur pentosa fosfat dengan jalur
glikolisis dengan reaksi unik
- Jalur ini memproduksi ATP, NADPH, dan NADH
3. Fermentasi
- Fermentasi-proses dimana organisme mengoksidasi NADH yang diproduksi
melalui salah satu jalur di atas dengan menggunakan piruvat atau satu
derivatnya sebagai akseptor elektron dan hidrogen, jadi proses ini
melibatkan pengggunaan akseptor elektron endogen
- Banyak tipe fermentasi diketahui
- Fermentasi alkohol memproduksi entanol dan CO2
- Fermentasi Asam laktat memproduksi asam laktat (lactate)
q Fermenter Homolaktik
mereduksi hampir semua piruvat menjadi laktat
q Fermenter
Heterolaktik membentuk sejumlah substansi produk selain laktat
- Fermentasi asam format memproduksi baik itu asam campuran atau
butanediol
- Microorganisme dapat memfermentasi bahan lain selain gula (misalnya,
asam amino)
4. Siklus Asam
Tricarboxylic
- Pyruvat dapat didegradasi menjadi karbondioksida melalui siklus asam
tricarboxylic (TCA) sesudah pertama telah dikonversikan menjadi acetyl
CoA; reaksi ini dibarengi dengan hilangnya satu atom karbon seperti karbon
dioksida
- Acetyl-CoA bereaksi dengan oxaloacetate (molekul 4-carbon) untuk
memproduksi molekul 6 karbon, yang secara subsekuen dipecah menjadi dua
molekul karbondioksida, perbaruan oksaloasetat; selama proses ini, terjadi
hal-hal berikut:
- ATP diproduksi melalui fosforilasi tingkat substrat
- Tiga molekul NADH dan satu molekul FADH2 diproduksi
- Meskipun organisme kurang lengkap siklus TCAnya biasanya memiliki
banyak enzim siklus karena salah satu fungsi utama siklus TCA adalah
menyediakan jaringan karbon untuk digunakan pada biosintesis
5. Transport
Elektron dan Fosforilasi Oksidatif
- Rantai
Transport Electron
- Rantai transport elektron mitokondria menggunakan rangkaian pembawa
elektron untuk mentransfer elektron dari NADH dan FADH2 ke O2
q Pembawa Electron
berlokasi didalam membran dalam mitokondria
q Selama fosforilasi
oksidatif, tiga molekul ATP dapat disintesis ketika sepasang elektron
dilewatkan dari NADH ke O2; dua molekul ATP dapat disintesis ketika elektron
dari FADH2 lewat ke O2
- Meskipun mereka beroperasi berdasarkan pronsip dasar yang sama,
rantai transport elektron bakteri biasanya berbeda pada strukturnya:
mereka mungkin bercabang, dapat dibentuk dari pembawa elektron berbeda,
atau dapat lebih pendek daripada rantai transport elektron mitokondria;
rentai transport elektron berlokasi di membran plasma
- Oxidative
Phosphorylation
- The chemiosmotic hypothesis of oxidative phosphorylation postulates
that the energy released during electron transport is used to establish a
protonmotive force (potential energy due to the difference in proton
concentration and charge on either side of the membrane), which can be
used to drive ATP synthesis, flagellar rotation, and transport of
molecules across the membrane
- ATP synthesis is catalyzed by the ATP synthase complex, which is
thought to behave like a small rotary motor
- Inhibitors of ATP synthesis fall into two main categories:
q Blockers that
inhibit the flow of electrons through the system
q Uncouplers that
allow electron flow, but disconnect it from oxidative phosphorylation
- Produksi
ATP melalui Glikolisis dan Respirasi Aerob
- Produksi ATP melalui glikolisis selama fermentasi adalah 2 ATP
- Respiraso Aerob menghasilkan antara 2 hingga 38 ATP per molekul
glukosa, tergantung pada ketepatan alamiah sistem transport elektron
- Efek pasteur adalah fenomena regulator dimana organisme mengurangi
kecepatan katabolisme gula ketika kondisi menyebabkan pergantian dari
fermentasi menjadi respirasi aerob; ini terjadi karena respirasi aerob
lebih effisien dan menghasilkan energi lebih besar per molekul glukosa
6. Respirasi
Anaerob
- Menggunakan molekul selain oksigen sebagai akseptor elektron
terakhir; yang paling biasa digunakan sebagai akseptor elektron alternatif
adalah nitrat, sulfat, dan CO2
- Reduksi nitrat Dissimilato terjadi ketika nitrat digunakan sebagai
akseptor elektron terakhir; jika nitrat direduksi menjadi gas nitrogen,
proses dinamakan denitrifikasi
- Respirasi Anaerob tidak seefisien respirasi aerob dalam sintesis ATP
karena akseptor elektron alternatif tidak memiliki potensial reduksi
sepositif O2; meskipun demikian respirasi anaerob berguna karena lebih
effisien daripada fermentasi
7.
Katabolisme Karbohidrat dan Polimer Cadangan Intraseluler
- Karbohidrat
- Kebanyakan monosakarida masuk dengan mudah ke dalam jalur
glikolisis
- Disaccharides dipecah menjadi monosakarida baik itu melalui
hidrolisis atau fosforolisis
- Polysaccharida dipecah menjadi molekul lebih kecil baik itu melalui
hidrolisis atau fosforolisis; bagaimanapun kebanyakan tidak mudah
didegradasi (misal, sellulosa, agar)
- Microorganisme juga mampu mendegradasi molekul xenobiotic (bahan
asing yang tidak dibentuk melalui proses alamiah biosintesis) seperti
pestisida
- Polimer Cadangan-ketika nutrien tidak ada mikroorganisme
mengkatabolis simpanan glikogen, pati, dll
8. Katabolisme
Lipid
- Triglycerida biasanya merupakan sumber energi; mereka dihidrolisis
menjadi gliserol dan asam lemak
- Asam Lemak dikatalisis melalui jalur Oksidasi, yang memproduksi
acetyl-CoA, NADH, dan FADH2; NADH dan FADH2 dapat dioksidasi melalui ranta
transport elektron untuk memproduksi ATP
9.
Katabolisme Protein dan Asam Amino
- Protein didegradasi oleh protease menjadi komponen asam amino mereka
- Asam Amino pertama dideaminasi dan kemudian sisa jaringan karbon
dikonversi menjadi piruvat, acetyl-CoA, atau siklus intermediet TCA
10. Oksidasi
Molekul Anorganik
- Chemolithotrophy – proses metabolik yang menggunakan molekul
anorganik sebagai sumber energi,
- Sumber energi dioksidasi;
- Akseptor elektron biasanya O2, namun sulfat dan nitrat juga
digunakan;
- Donor elektron (sumber energi) yang paling umum adalah hydrogen,
komponen nitrogen tereduksi, komponen sulfur tereduksi, dan besi ferro
(Fe2+)
- Chemolithotrophs biasanya autotrophs; mereka menggunakan siklus
Calvin untuk memperbarui karbondioksida
11.
Fotosintesis
- Selama fotosintesis, energi dari cahaya matahari ditangkap dan
digunakan untuk produksi ATP dan NADPH (reaksi terang), yang digunakan
untuk mereduksi karbondioksida membentuk karbohidrat (reaksi gelap)
- Reaksi Terang eukariot dan cyanobakteri
- Molekul Chlorophyll dan bermacam-macam pigmen pelengkap digunakan
untuk membentuk anntena; antennas menjebak photons dan mentransfer mereka
ke pusat reaksi klorofil; bagian klorofil khusus ini secara langsung
terlibat pada transport elektron
- Eucaryotes dan cyanobacteria memiliki dua photosystems;
masing-masing, elektron dari pusat reaksi cahaya berenergi ditransfer ke
rantai transport elektron gabungan
- Photosystem I dapat melakukan fotofosforilasi siklik, memproduksi
ATP
- Photosystems I dan II, bekerja bersama, dapat melakukan
fosforilasi nonsiklik, memproduksi ATP dan NADPH; elektron untuk
fosforilasi nonsiklik didapatkan dari air, yang dioksidasi menjadi O2
(fotosintesis oksigenik)
- Reaksi Terang bakteri hijau dan ungu
- Bakteri hijau dan ungu dapat melakukan fotosintesis anoksigenik
(mereka tidak menggunakan air sebagai sumber elektron, sehingga tidak
memproduksi O2), dan mereka memiliki pigmen fotosintesis yang berbeda
disebut bacteriochlorophylls
- Banyak perbedaan dalam reaksi terang bakteri hijau dan ungu
disebabkan mereka hanya memiliki satu fotosistem
- Bakteri hijau dan Ungu biasanya autotrophs yang menggunakan NADH
atau NADPH untuk fiksasi karbon dioksida; tiga metode untuk membuat NADH:
q Reduksi NAD+ secara
langsung oleh gas hidrogen
q Membalikkan aliran
elektron
q Bentuk sederhana
aliran elektron nonsiklik
METABOLISME : PENGGUNAAN ENERGI
1. Pendahuluan
- ANABOLISME – pembentukan melalui sintesis molekul
komplek dari yang sederhana; ini membutuhkan input energi
- PEMBALIKAN – degradasi secara terus menerus dan
resintesis bahan seluler
- KECEPATAN
BIOSINTESIS adalah
Perkiraan Diseimbangkan dengan katabolisme, disebabkan regulasi hati-hati
dari proses metabolik
2.
Prinsip-Prinsip Pengaturan Biosintesis
- Metabolisme biosintesis berlangsung berdasarkan beberapa prinsip
berikut:
- Sintesis molekul besar komplek (makromolekul) dari sejumlah unit
struktur sederhana (monomers) yang terbatas menyimpan melebih kapasitas
penyimpanan genetik, materi dasar biosintesis, dan energi
- Penggunaan banyak enzim yang sama untuk katabolisme dan anabolisme
menyimpan penambahan materi dan energi
- Banyak jalur biosintesis merupakan kebalikan jalur katabolik;
banyak langkah jalur dikatalisis oleh enzim yang berpartisipasi baik
aktivitas katabolik maupun anabolik; bagaimanapun, beberapa langkah
dikatalisis oleh dua enzim berbeda: satu berfungsi pada pengaturan
katabolik dan kedua yang berfungsi pada pengaturan biosintesis; ini
memperbolehkan regulasi bebas katabolisme dan anabolisme
- Rangkaian reaksi biosintesis dengan pemecahan ATP (atau nukleosida
trifosfat lain) mengatur jalur anabolik tidak dapat balik dalam
pengaturan biosintesis
- Pada sel eucariot, reaksi anabolik dan katabolic melibatkan
komponen yang sama secara bertahap dilokasikan pada kompartemen terpisah
secara simultan namun operasi bebas
- Jalur Katabolik dan anaboli mengunakan kofaktor berbeda: katabolik
oksidasi memproduksi NADH, dimana substrat untuk transport elektron ,
sementara NADPH bertindak sebagai reduktan untuk jalur anabolik
- Ketika makromolekul telah dibentuk dari prekusor sederhana, struktur
sel (misalnya, ribosom) membentuk secara spontan dari makromolekul melalui
proses yang dikenal sebagai SELF-ASSEMBLY (PENGGABUNGAN SENDIRI)
3. Fiksasi
Karbondioksida Fotosintesis
- Tiga Proses berbeda untuk perubahan karbondioksida menjadi karbon
organik dikenal
- Siklus
Calvin (siklus reduksi pentosa fosfat)-ditemui pada fotosintesis eukariot
dan banyak bakteri fotosintetik
- Siklus
Reduksi TCA –digunakan oleh beberapa archaea dan bakteri
- Jalur
Acetyl-CoA –digunakan oleh methanogens, sulfate reducers, dan acetogens
- Siklus
Kalvin
- Terdiri dari tiga fase
a.
Fase carboksilasi - enzim ribulose 1,5-bisphosphate
carboxylase mengkatalisis penambahan carbon dioxida menjadi ribulose
1,5-bisphosphate, membentuk dua molekul
3-phosphoglycerate
b.
The reduction phase - 3-phosphoglycerate is reduced
to glyceraldehyde 3-phosphate
c.
The regeneration phase - a series of reactions is
used to regenerate ribulose 1,5-bisphosphate and to produce carbohydrates such
as fructose and glucose; this phase is similar to the pentose phosphate pathway
and involves transketolase and transaldolase reactions
- Each carbon dioxide takes three ATP molecules and two NADPH
molecules, thus the formation of a single glucose molecule requires six
turns through the cycle with an expenditure of 18 ATP molecules and 12
NADPH molecules; sugars formed in the Calvin cycle can then be used to
synthesize other essential molecules
4. Sintesis Gula dan Polisakarida
- Heterotrophs mensintesis glukosa dari prekusor nonkarbohidrat dalam
proses disebut gluconeogenesis; Jalur gluconeogenic berfungsi pembalikan
glikolisis-ini membagi tujuh enzim dengan jalur glikolitik, pembalikan
pengaturan katabolik, dan menggunakan beberapa enzim tertentu atau sistem
multienzim untuk langkah katalisis yang tidak dapat secara langsung
dibalik
- Ketika glukosa dan fruktosa disintesis melalui gluconeogenesis, gula
lain dibentuk; beberapa dari gula lain disintesis ketika diserang pada
nukleosida difosfat
- Produksi Polisakarida juga membutuhkan penggunaan gula nuklosida
difosfat sebagai prekursor
5. Assimilasi Senyawa Fosfor, Sulfur, dan Nitrogen
Anorganik
- Assimilasi Senyawa Fosfor
- Fosfat anorganik bergabung pada pembentukan ATP melalui
fosforilasi, fosforilasi oksidatif, dan fosforilasi tingkat substrat
- Fosfat Organik didapatkan dari sekeliling dihidrolisis untuk
melepaskan fosfat anorganik oleh enzim yang yang disebut fosfatase
- Assimilasi Sulfur
- Sulfur Organik dalam bentuk sistein dan metionin didapatkan dari
sumber luar
- Reduksi sulfat pengassimilasi digunakan untuk mereduksi sulfat
anorganik sebelum ini bergabung menjadi sistein
- Assimilasi Nitrogen
- Penggabungan Ammonia
- Banyak Mikroorganisme menggunakan aminasi tereduksi untuk
membentuk alanin dan glutamat, dimana kemudian digunakan sebagai sumber
grup amino; grup amino ditransfer dari alanin atau glutamat ke jaringan
karbon lainnya melalui reaksi transaminasi
- Mikroorganisme lain menggunakan enzim glutamin synthetase dan
glutamate synthase untuk mensintesis glutamat, yang kemudian berperan
sebagai donor grup amino pada reaksi transaminasi
- Reduksi nitrat pengasimilasi-melibatkan reduksi nitrat menjadi
nitrit, kemudian menjadi hydroxylamine, dan akhirnya menjadi ammonia,
yang kemudian dapat bergabung melalui rute yang digambarkan di atas
- Fiksasi Nitrogen – reduksi nitrogen atmosfer menjadi ammonia; ini
dikatalisis oleh enzim nitrogenase, yang ditemukan hanya pada sedikit
spesies bakteri; fiksasi nitrogen membutuhkan pengeluaran 16 molekul ATP;
amonia diproduksi dapat bergabung menjadi molekul organik melalui proses
yang digambarkan diatas
6. Sintesis Asam Amino
- Melibatkan penyerangan grup amino ke jaringan karbon
- Jaringan Karbon diturunkan dari acetyl-CoA dan dari intermediet
siklus TCA, glikolisis, dan jalur pentosa fosfat
7. Reaksi Anaplerotik
- Fungsi Biosintesis siklus TCA juga sangat penting dimana banyak dari
intermediet harus disintesis meski ketika siklus TCA tidak berfungsi untuk
mengkatabolis piruvat atau menyediakan NADH untuk transport elektron
- Reaksi Anaplerotic melengkapi kembali intermediet siklus TCA sehingga
biosintesis dapat terjadi; dua tipe utama reaksi anapleoritik telah dapat
diamati
- Fiksasi karbondioksida Anaplerotic (misalnya, reaksi karboksilasi
piruvat)
- Siklus Glioksilat cycle-digunakan oleh mikroorganisme yang dapat
tumbuh pada asetat sebagai satu-satunya sumber karbon; ini dimodifikasi
siklus TCA
8. Sintesis Purin, Pirimidin, dan Nukleotida
- Molekul ini sangat penting untuk semua sel karena mereka digunakan
pada sintesis ATP, beberapa kofaktor, RNA, dan DNA
- Biosintesis Purin-jalur sangat komplek dimana tujuh molekul berbeda
(termasuk asam folat) mengkontribusi bagian akhir kerangka purin; produk
pertama purin adalah asam inosinik nukleotida, dari semua nukleotida purin
lainnya dapat dibentuk
- Biosintesis Pirimidin-asm aspartic dan fosfat karbmoksil membentuk
produk pirimidin inisial (asam orotic), yang kemudian dapat dikonversikan
menjadi nukleotida pirimidin
9. Sintesis Lipid
- Sintesis asam lemak dikatalisis oleh asam lemak synthetase
menggunakan substrat acetyl-CoA dan malonyl-CoA, reduktan NADPH, dan
protein kecil disebut acyl pembawa protein, yang membawa pertumbuahan
rantai asam lemak; asam lemak dipanjangkan dengan penambahan dua karbon
pada saat dimana karboksil berakhir
- Triacylglycerols dibentuk dari reduksi dihydroxyacetone phosphate (a
intermediet jalur glikolisis) menjadi glycerol 3-phosphate, yang kemudian
menyebabkan esterifikasi dengan dua asam lemak untuk membentuk asam
fosfatidik; ini kemudian dapat digunakan untuk memproduksi triacylglycerol
- Fosfolipid juga dapat diproduksi dari asam fosfatidik menggunakan
pembawa cytidine diphosphate (CDP)
10. Sintesis Peptidoglikan
- Prose multilangkah yang melibatkan dua pembawa: uridine diphosphate
dan bactoprenol; selama proses berulang-ulang unit peptidoglycan dibentuk
dan diserang menjadi rantai peptidoglikan tumbuh setelah ditransport
melalui membran sitoplasmik; crosslinks kemudian dibentuk oleh
transpeptidasi
- Sintesis Peptidoglikan sangat mudah diserang oleh gangguan agen
antimikroba, antibiotik yang termasuk seperti penicillin; penghambatan banyak
langkah pada proses pelemahan dinding sel dan menyebabkan lisis
11. Pola Pembentukan Dinding Sel
- Autolisin menyebabkan digesti terbatas peptidoglikan, dan
menyediakan akseptor akhir untuk penambahan unit baru peptidoglikan
- Dua pola umum aktivitas sintesis dinding sel telah dapat diamati
1.
Kebanyakan kokus gram-positive hanya memiliki satu
atau sedikit daerah pertumbuhan, biasanya pada sisi pembentukan septum
2.
Bakteri berbentuk batang biasanya memiliki sisi
pertumbuhan tersebar sepanjang bagian silindrikal sel sama baiknya pada sisi
pembentukan septum
Sumber :
Pelczar, M.J. dan Chan,E.C.S.(2008).Dasar-Dasar Mikrobiologi 2.UI Press.Jakarta.