Jumat, 12 Oktober 2012

MIKROBIOLOGI


PRAKTIKUM 1
STERILISASI & PEMBUATAN NUTRIEN AGAR

WAKTU DAN TEMPAT
    -      Hari/Tanggal             : Senin/01 Oktober 2012
    -      Pukul                         : 10.00 Wib s/d selesai
    -      Tempat                      : Lab. Biologi Jurusan Biologi UNIKU
TUJUAN
1.      Mengetahui cara membuat medium pertumbuhan mikroorganisme
2.      Mengetahui cara mensterilkan media
DASAR TEORI
            Medium merupakan suatu media untuk menumbuhkan mikroba, isolasi, memperbanyak jumlah, menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba. Untuk mengembangbiakkan mikroorganisme tersebut harus sesuai susunanya dengan kebutuhan jenis-jenis mikroorganisme yang bersangkutan. Medium berdasarkan bentuk terbagi tiga bagian, yaitu: medium cair, semi cair, dan padat. Berdasarkan komposisinya medium juga terbagi tiga bagian, yaitu : medium alami, medium semisintetk, dan medium sintetik. Medium berdasarkan fungsinya terbagi empat, yaitu : medium umum, medium selektif, medium diferensial, medium pengaya. Sebelum membiakkan mikroorganisme, terlebih dahulu alat dan medium disterilisasi supaya tidak terjadi kontaminasi bahan lain.
            Sterilisasi yang umum dilakukan dalam laboratorium mikrobiologi adalah dengan cara pemanasan, yaitu dengan penggunaan oven dan autoclave. Autoclave merupakan alat sterilisasi basah dengan prinsip yang sama dengan pengukusan tetapi menggunakan tekanan uap.
Medium untuk menumbuhkan mikroorganisme ada berbagai macam. Mikroorganisme dapat tumbuh sesuai dengan medium yang digunakan. Pada praktikum kali ini medium yang digunakan adalah :
Nutrien Agar(NA)
Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif, dalam artian mikroorganisme heterotrof. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef, pepton, dan agar. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air, sewage, produk pangan, untuk membawa stok kultur, untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri, dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni. Pada pembuatan medium NA ini ditambahkan pepton agar mikroba cepat tumbuh, karena mengandung banyak N2 (Dwidjoseputro, 1994). Agar yang digunakan dalam proses ini untuk mengentalkan medium sama halnya dengan yang digunakan pada medium PDA yang juga berperan sebagai media tumbuh yang ideal bagi mikroba (Schlegel, 1993). Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan.

ALAT DAN BAHAN
     Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini yaitu :
    a.    Alat
1.      Erlenmeyer 250 ml
2.      Gelas ukur 100 ml
3.      Tabung reaksi
4.      Kapas
5.      Batang pengaduk
6.      Neraca analitik
7.      Hot plate
8.      Autoklave
9.      Cawan petri
   b.    Bahan
    1.    Medium Nutrien Agar (NA)
·         Beef extract 3 gr
·         Pepton 5 gr
·         Agar 15 gr -> 25 gr                             1/2
·         Aquades s.d 1000 ml

CARA KERJA :
1.      Membuat ekstrak daging dengan cara melarutkan 3 gr daging dalam 200 ml aquades + pepton -> dengan panas
2.      Larutkan agar + pepton 5 gr dalam 100 aquades sampai larut boleh dipanaskan agar jangan mendidih/berbuih 1 + 2
3.      Tuang ke dalam Erlenmeyer + tabung reaksi (masing-masing kelompok)
4.      Siap di sterilisasi

Catatan :
Sebelumnya menyiapkan alat-alat yang akan disterilisasi dalam kondisi bersih.
Tutup tabung reaksi + Erlenmeyer

HASIL PENGAMATAN
A.    Hasil Pengamatan
No.
Gambar
Warna Sebelum Pengadukan
Warna Sesudah Pengadukan
Fungsi
Ket.
1.       
Tabung Reaksi
Keruh
Kuning kecoklatan
Sebagai tempat pembiakan bakteri
Media membeku dan tidak berjamur (steril)
2.       
Erlenmeyer

B.     Pembahasan
            Medium merupakan bahan yang digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme diatas atau didalamnya, medium tersebut harus memenuhi syarat-syarat, antara lain adalah harus mengandung semua  zat hara yang mudah digunakan oleh mikroba, harus mempunyai tekanan osmosis, tegangan permukaan dan pH yang sesuai dengan kebutuhan mikroba yang akan ditumbuhkan, tidak mengandung zat-zat yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba, harus berada dalam keadaan steril sebelum digunakan, agar mikroba yang di tumbuhkan dapat tumbuh dengan baik. Percobaan kali ini yaitu pembuatan medium NA.
            NA (Nutrien agar) digunakan sebagai media pertumbuhan bakteri. Medium NA berdasarkan susunan kimianya merupakan medium non sintetik/semi ilamiah, karena tersusun atas bahan alami (daging) dan bahan sintesis (pepton dan agar). Berdasarkan konsistensinya merupakan medium padat.
            Pembuatan medium percobaan ini dengan menggunakan  NA (Nutrien Agar), dimana dalam pembuatannya terlebih dahulu dengan cara menimbang bahan yang akan digunakan kedalam neraca analitik sesuai dengan jumlah yang diperlukan kemudian membuat ekstrak daging dengan cara melarutkan 3 gr daging ke dalam 200 ml aquades dan pepton yang dipanaskan di atas hot plate. Selanjutnya melarutkan agar dengan pepton 5 gr dalam 100 aquades sampai larut dan dipanaskan diatas hot plate. Di ikuti oleh pengadukan dengan menggunakan magnetik stirrer. Sehingga tujuan dari pemanasan dan pengadukan ini adalah untuk menghomogenkan NA dengan aquades, dimana dengan pemanasan dapat mempercepat pelarutan dari Na dan Aquades. Setelah dipanaskan beberapa menit larutan berubah warna dari keruh menjadi kuning kecoklatan hal ini menandakan larutan telah homogen.
            Kemudian  dimasukkan kedalam autoklav dengan mulut Erlenmeyer dan tabung reaksi disumbat dengan kapas dan kain kasa dan dilapisi kertas diluarnya. Sama halnya dengan cawan petri namun cawan tanpa larutan. Tujuan dari penutupan ini agar meminimalkan kontaminasi. Pembuatan NA berdasarkan konsistennya termasuk medium padat dan menurut kegunaannya termasuk medium umum.
            Autoklav adalah alat yang digunakan untuk sterilisasi. Autoklaf termasuk dalam teknik sterilisasi secara fisika dengan prinsip arus uap dan tekanan. Alat ini sering digunakan dalam teknik pensterilan karena tingkat koefisien dan sifat alat yang tidak merusak kandungan dalam media pertumbuhan yang dipakai yaitu NA, PDA, MEA dan LB.
          Sterilisasi yang dilakukan bertujuan untuk menghindari kontaminasi, yaitu masuknya mikroorganisme yang tidak diinginkan. Sterilisasi merupakan suatu proses (kimia dan fisika) yang membunuh semua bentuk hidup terutama mikroorganisme. Sterilisasi yang digunakan dalam percobaan ini adalah secara fisika yaitu menggunakan panas, dimana panas yang digunakan adalah bersama uap air yang biasanya disebut sterilisasi basah.
C.     Diskusi
Apa fungsi dari masing-masing bahan (komposisi NA)?       
Jawab :
1.      Ekstrak beef berfungsi sebagai sumber karbohidrat, sumber vitamin B, senyawa karbon, mengandung senyawa nitrogen organik yang dibutuhkan mikroba.
2.      Pepton merupakan sumber protein (nutrisi) dan penghasil nitrogen organic
3.      Agar : Untuk memadatkan medium NA.
4.      Aquadest berfungsi sebagai pelarut.

KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang diperoleh dari percobaan ini adalah :
          Teknik sterilisasi dapat dilakukan dengan tekanan uap tinggi menggunakan otoklaf sehingga alat dan media steril.
          NA (Nutrient Agar ) digunakan sebagai media pertumbuhan bakteri.
          Sterilisasi dilakukan bertujuan untuk menghindari kontaminasi, yaitu masuknya mikroorganisme yang tidak diinginkan.
          Komposis media bahan sangat penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi sterilisasi dilakukan bakteri demi mengoptimalkan pertumbuhannya, yang mana tiap-tiap komposisi harus setimbang jumlahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar