PRAKTIKUM
1
STERILISASI
& PEMBUATAN NUTRIEN AGAR
WAKTU DAN TEMPAT
-
Hari/Tanggal :
Senin/01 Oktober 2012
-
Pukul :
10.00 Wib s/d selesai
-
Tempat : Lab. Biologi Jurusan Biologi UNIKU
TUJUAN
1. Mengetahui cara membuat medium
pertumbuhan mikroorganisme
2. Mengetahui cara mensterilkan media
DASAR
TEORI
Medium merupakan suatu media untuk
menumbuhkan mikroba, isolasi, memperbanyak jumlah, menguji sifat-sifat fisiologi
dan perhitungan jumlah mikroba. Untuk
mengembangbiakkan mikroorganisme tersebut harus sesuai susunanya dengan
kebutuhan jenis-jenis mikroorganisme yang bersangkutan. Medium berdasarkan bentuk terbagi tiga bagian, yaitu: medium cair, semi cair, dan padat. Berdasarkan komposisinya medium juga
terbagi tiga bagian, yaitu : medium alami, medium semisintetk, dan medium
sintetik. Medium berdasarkan
fungsinya terbagi empat, yaitu : medium umum, medium selektif, medium
diferensial, medium pengaya. Sebelum
membiakkan mikroorganisme, terlebih dahulu alat dan medium disterilisasi supaya
tidak terjadi kontaminasi bahan lain.
Sterilisasi yang
umum dilakukan dalam laboratorium mikrobiologi adalah dengan cara pemanasan,
yaitu dengan penggunaan oven dan autoclave.
Autoclave merupakan alat sterilisasi basah dengan prinsip yang sama dengan
pengukusan tetapi menggunakan tekanan uap.
Medium untuk menumbuhkan
mikroorganisme ada berbagai macam. Mikroorganisme dapat tumbuh sesuai dengan
medium yang digunakan. Pada praktikum kali ini medium yang digunakan adalah :
Nutrien
Agar(NA)
Nutrien agar adalah
medium umum untuk uji air dan produk dairy. NA juga digunakan untuk pertumbuhan
mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif, dalam artian mikroorganisme
heterotrof. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef,
pepton, dan agar. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam
prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air, sewage, produk pangan, untuk
membawa stok kultur, untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri, dan untuk
mengisolasi organisme dalam kultur murni. Pada pembuatan medium NA ini
ditambahkan pepton agar mikroba cepat tumbuh, karena mengandung banyak N2 (Dwidjoseputro,
1994). Agar yang digunakan dalam proses ini untuk mengentalkan medium sama
halnya dengan yang digunakan pada medium PDA yang juga berperan sebagai media
tumbuh yang ideal bagi mikroba (Schlegel, 1993). Agar dilarutkan dengan
komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit. Kemudian
siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan.
ALAT DAN BAHAN
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam
praktikum kali ini yaitu :
a.
Alat
1. Erlenmeyer
250 ml
2. Gelas
ukur 100 ml
3. Tabung
reaksi
4. Kapas
5. Batang
pengaduk
6. Neraca
analitik
7. Hot
plate
8. Autoklave
9. Cawan
petri
b.
Bahan
1.
Medium Nutrien Agar (NA)
·
Beef extract 3 gr
·
Pepton 5 gr
·
Agar 15 gr -> 25 gr 1/2
·
Aquades s.d 1000 ml
CARA
KERJA :
1. Membuat
ekstrak daging dengan cara melarutkan 3 gr daging dalam 200 ml aquades + pepton
-> dengan panas
2. Larutkan
agar + pepton 5 gr dalam 100 aquades sampai larut boleh dipanaskan agar jangan
mendidih/berbuih 1 + 2
3. Tuang
ke dalam Erlenmeyer + tabung reaksi (masing-masing kelompok)
4. Siap
di sterilisasi
Catatan :
Sebelumnya menyiapkan
alat-alat yang akan disterilisasi dalam kondisi bersih.
Tutup tabung reaksi + Erlenmeyer
HASIL PENGAMATAN
A. Hasil
Pengamatan
|
No.
|
Gambar
|
Warna
Sebelum Pengadukan
|
Warna
Sesudah Pengadukan
|
Fungsi
|
Ket.
|
|
1.
|
Tabung Reaksi
![]() |
Keruh
|
Kuning
kecoklatan
|
Sebagai
tempat pembiakan bakteri
|
Media
membeku dan tidak berjamur (steril)
|
|
2.
|
Erlenmeyer
![]() |
B. Pembahasan
Medium merupakan bahan yang
digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme diatas atau didalamnya, medium
tersebut harus memenuhi syarat-syarat, antara lain adalah harus mengandung semua zat hara yang mudah digunakan oleh mikroba,
harus mempunyai tekanan osmosis, tegangan permukaan dan pH yang sesuai dengan
kebutuhan mikroba yang akan ditumbuhkan, tidak mengandung zat-zat yang dapat
menghambat pertumbuhan mikroba, harus berada dalam keadaan steril sebelum
digunakan, agar mikroba yang di tumbuhkan dapat tumbuh dengan baik. Percobaan
kali ini yaitu pembuatan medium NA.
NA (Nutrien agar) digunakan sebagai
media pertumbuhan bakteri. Medium NA berdasarkan susunan kimianya merupakan
medium non sintetik/semi ilamiah, karena tersusun atas bahan alami (daging) dan
bahan sintesis (pepton dan agar). Berdasarkan konsistensinya merupakan medium
padat.
Pembuatan
medium percobaan ini dengan menggunakan
NA (Nutrien Agar), dimana dalam pembuatannya terlebih dahulu dengan cara
menimbang bahan yang akan digunakan kedalam neraca analitik sesuai dengan
jumlah yang diperlukan kemudian membuat ekstrak daging dengan cara melarutkan 3
gr daging ke dalam 200 ml aquades dan pepton yang dipanaskan di atas hot plate.
Selanjutnya melarutkan agar dengan pepton 5 gr dalam 100 aquades sampai larut dan
dipanaskan diatas hot plate. Di ikuti oleh pengadukan dengan menggunakan
magnetik stirrer. Sehingga tujuan dari pemanasan dan pengadukan ini adalah
untuk menghomogenkan NA dengan aquades, dimana dengan pemanasan dapat
mempercepat pelarutan dari Na dan Aquades. Setelah dipanaskan beberapa menit
larutan berubah warna dari keruh menjadi kuning kecoklatan hal ini menandakan
larutan telah homogen.
Kemudian dimasukkan kedalam autoklav dengan mulut
Erlenmeyer dan tabung reaksi disumbat dengan kapas dan kain kasa dan dilapisi
kertas diluarnya. Sama halnya dengan cawan petri namun cawan tanpa larutan. Tujuan
dari penutupan ini agar meminimalkan kontaminasi. Pembuatan NA berdasarkan
konsistennya termasuk medium padat dan menurut kegunaannya termasuk medium
umum.
Autoklav adalah alat yang digunakan
untuk sterilisasi. Autoklaf termasuk dalam teknik sterilisasi secara fisika
dengan prinsip arus uap dan tekanan. Alat ini sering digunakan dalam teknik
pensterilan karena tingkat koefisien dan sifat alat yang tidak merusak
kandungan dalam media pertumbuhan yang dipakai yaitu NA, PDA, MEA dan LB.
Sterilisasi yang dilakukan bertujuan
untuk menghindari kontaminasi, yaitu masuknya mikroorganisme yang tidak
diinginkan. Sterilisasi merupakan suatu proses (kimia dan fisika) yang membunuh
semua bentuk hidup terutama mikroorganisme. Sterilisasi yang digunakan dalam
percobaan ini adalah secara fisika yaitu menggunakan panas, dimana panas yang
digunakan adalah bersama uap air yang biasanya disebut sterilisasi basah.
C.
Diskusi
Apa fungsi dari
masing-masing bahan (komposisi NA)?
Jawab :
1.
Ekstrak beef berfungsi sebagai sumber
karbohidrat, sumber vitamin B, senyawa karbon, mengandung senyawa nitrogen
organik yang dibutuhkan mikroba.
2.
Pepton merupakan sumber protein (nutrisi)
dan penghasil nitrogen organic
3.
Agar : Untuk memadatkan medium NA.
4.
Aquadest berfungsi sebagai pelarut.
KESIMPULAN
Adapun
kesimpulan yang diperoleh dari percobaan ini adalah :
‐
Teknik sterilisasi dapat dilakukan
dengan tekanan uap tinggi menggunakan otoklaf sehingga alat dan media steril.
‐
NA (Nutrient Agar ) digunakan sebagai
media pertumbuhan bakteri.
‐
Sterilisasi dilakukan bertujuan untuk
menghindari kontaminasi, yaitu masuknya mikroorganisme yang tidak diinginkan.
‐
Komposis media bahan sangat penting
dalam memenuhi kebutuhan nutrisi sterilisasi dilakukan bakteri demi
mengoptimalkan pertumbuhannya, yang mana tiap-tiap komposisi harus setimbang
jumlahnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar