Minggu, 21 Oktober 2012

PRAKTIKUM ZOVER


PRAKTIKUM 2
PISCES
WAKTU DAN TEMPAT
    -      Hari/Tanggal             : Selasa/16 Oktober 2012
    -      Pukul                         : 10.00 Wib s/d selesai
    -      Tempat                      : Lab. Biologi Jurusan Biologi UNIKU
TUJUAN
1.      Mahasiswa dapat mengidentifikasi superclassis pisces
2.      Mengamati struktur morfologi ikan kancra dan ikan hiu
3.      Mengamati rumus sirip ikan nilem/nila, sepat, dan lele.
4.      Mengamati tipe sisik ikan sepat, ikan nila dan ikan kancra.
5.      Mengamati alat pernafasan tambahan ikan sepat dan lele.
DASAR TEORI
Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan; biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes). Ikan dalam berbagai bahasa daerah disebut iwak jukut.
Pengelompokan sisik selain berdasarkan atas bentuk sisik, yaitu:
a.       3. Sisik Cycloid, merupakan sisik yang bentuknya melingkar dimana didalamnya terdapat garis-garis melingkar disebut circulii, anulii, radii, dan focus.
b.      4. Sisik Ctenoid, merupakan sisik yang memiliki stenii pada bagian posteriornya dan bentukan sisir pada bagian anteriornya.
a.Cycloid                                                               b.Ctenoid
 
ALAT DAN BAHAN :
Alat :
-          Seperangkat alat bedah
-          Bak paraffin
-          Alat tulis
-          Penggaris
Bahan
-          Ikan kancra
-          Gambar ikan hiu
-          Ikan nilem/nila
-          Ikan sepat
-          Ikan lele
-          Ikan tawes
CARA KERJA
1. Menyiapkan peralatan dan bahan
2. Meletakan ikan dalam bak parafin
3. Mengamati morfologi ikan kancra dan hiu
4. Menentukan rumus ikan dan tipe sisik berbagai ikan
5. Membedah ikan sepat dan lele
HASIL PENGAMATAN
1.      Ikan Kancra (Labeobarbus aeneus)
          Klasifikasi :
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Chordata
Class                : Actinopterygii
Order               : Cypriniformes
Family             : Cyprinidae
Genus              : Labeobarbus
Species            : Labeobarbus aeneus
          Deskripsi :
Labeobarbus atasu ikan pari termasuk kedalam family Cyprinidae. Spesies ini tersebar luas di seluruh Afrika timur dan terutama Afrika bagian selatan, juga di Danau Tana di Ethiopia.
2.      Ikan Hiu (Carcharias menissorah)
Ket.
1.    Sirip punggung I (Pinna dorsalis I)
2.    Sirip punggung II (Pinna dorsalis II)
3.    Rahang atas (Maksila)
4.    Mata (Visus)
5.    Celah insang
6.    Sirip dada (Pinna pectoralis)
7.    Sirip dubur (Pinna analis)
8.    Pinna pelvic
9.    Pinna caudalis (sirip ekor)
          Klasifikasi :
Kingdom         :Animalia
Filum               :Chordata
Kelas               :Chondrichthyes
Ordo                : Carcharhiniformes
Genus              : Carcharias
Species            : Carcharias menissorah
          Deskripsi :
Ikan Hiu adalah ikan dengan kerangka tulang rawan yang lengkap dan tubuh yang ramping. Species ini bernapas dengan menggunakan lima liang insang (kadang-kadang enam atau tujuh, tergantung pada spesiesnya) di samping, di belakang, kepalanya. Hiu mempunyai tubuh yang dilapisi kulit dermal denticles untuk melindungi kulit mereka dari kerusakan, dari parasit, dan untuk menambah dinamika air. Mereka mempunyai beberapa deret gigi yang dapat digantikan.
3.      Ikan Nilem/Nila (Oreochromis niloticus)
          Klasifikasi :
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Osteoichthyces
Ordo                : Percomorphi
Famili              : Ciclidae
Genus              : Oreochromis
Spesies            : Oreochromis niloticus
          Deskripsi :
Kulit ikan berlendir terlindungi oleh sisik stenoid yang berwarna hitam keabu- abuan di sebelah atas dekat sirip punggung, berwarna bening dan agak kemerahan disebelah bawah dekat sirip dada dan sirip perut. Kulit tersebut memiliki tekstur halus dan tipis seperti selaput, berwarna hitam keabuan  yang menyerupai warna sisiknya.
Ikan nilem  memiliki lubang hidung eksternal yang salurannya tidak menembus rahang atas. Memiliki rahang yang terdiri dari 1 tulang rahang atas dan 1 tulang rahang bawah yang bertulang sejati. Ujung mulut (rostum) halus karena tidak terdapat gigi. Memiliki sepasang tutup insang (operculum) di bagian kiri dan kanan yang masing-masing terdiri dari 3 keping yaitu 1 keping tutup insang dekat mata, 1 keping tutup insang atas, 1 keping tutup insang bawah.
Memiliki insang yang terdiri dari daun insang dan lengkung insang, yang terdiri dari 3 buah filament daun insang, sisir insang, septum yang lebih pendek dari filamennya. 2 buah pembuluh (aferen dan aferen).
Memiliki sirip yang terdiri dari sirip punggung berjari lemah berjumlah 16, sirip ekor berjari lemah berjumlah 19, sirip dada berpasangan yang berlobus pada pangkal berjari lemah, sirip perut berpasangan tanpa lobus berjari lemah, dan sirip anal berjari lemah. Ikan nilem memiliki 2 buah gelembung renang yang berhubunganan berasal dari usus.
4.      Ikan Sepat
          Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordate
Kelas               : Actinopterygii
Ordo                : Perciformes
Family             : Osphronemidae
Genus              : Trichogaster

          Deskripsi
            Ikan Sepat merupakan ikan yang hidup di air tawar dan termasuk dalam family gurami Osphronemidae. Ciri ciri umum ikan sepat bertubuh pipih jorong dengan moncong runcing dan mulut kecil. Sisik kecil-kecil, bersusun miring, dalam aneka ukuran. Gurat sisi sempurna, bentuk tabung yang kadang-kadang agak lengkung. Sirip punggung (dorsal) terletak jauh ke belakang, namun berakhir agak jauh di depan sirip ekor.  Sirip perut (ventral) berubah bentuk; sepasang jari-jari lunak yang pertama berubah menjadi alat peraba yang menyerupai cambuk panjang sepanjang badan, ditambah dengan sepasang duri pendek dan beberapa pasang jumbai pendek yang tak seberapa terlihat. Sirip dubur (anal) memanjang mulai dari di bawah dada hingga pangkal ekor. Sirip dada (pectoral) kurang lebih meruncing, sementara sirip ekor sedikit bercabang. 
5.      Ikan Lele (Clarias batrachus)
          Klasifikasi :
Kingdom         : Animalia
Phyllum           : Chordata
Classis             : Pisces
Ordo                : Cypriniformes
Familia            : Claridae
Genus              : Clarias
Species            : Clarias batrachus
          Deskripsi :
   Ikan lele adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar, dengan tubuhnya agak pipih memanjang, memiliki kumis, serta kepala yang keras bertulang sejati. Pemukaan tubuhnya licin, berlendir dan tidak memiliki sisik. Kulitnya tipis berwarna hitam dengan bercak-bercak putih, pada bagian inferior berwarna putih. Pada sisi kiri dan kanan terdapat gurat sisi.
Lubang hidung yang depan merupakan tabung pendek berada dibelakang bibir atas, lubang hidung sebelah belakang merupakan celah yang kurang lebih bundar. Lubang hidung ini merupakan lubang hidung eksternal, karena tidak tembus ke rahang atas.
Memiliki tulang rahang atas dan tulang rahang bawah, yang bertulang sejati. Ujung mulutnya (rostum) kasar bergerigi, karena terdapat gigi, bentuk susunan giginya melengkung dan menempel pada rahang. Ikan lele ini memiliki sepasang tutup insang yang menyatu dengan mandibula.
Sirip ikan lele merupakan tulang lemah. Sirip ekor panjang membulat, tidak bergabung dengan sirip punggung maupun sirip anal. Sirip punggung memanjang sepanjang badannya. Sirip anal menanjang dari bawah ekor sampai ke dekat anal. Sirip dada dilengkapi dengan duri tajam (patil) yang beracun, selain itu juga pada sirip dada terdapat lobus.
Memiliki insang yang terdiri dari daun insang dan lengkung insang, yang terdiri dari 4 buah daun insang, sisir insang, septum yang lebih pendek dari filamennya. Pada ikan lele tidak memiliki gelembung renang dan pada usus tidak terdapat katup.
6.      Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus)
          Klasifikasi
Kerajaan          :Animalia
Filum               :Chordata
Kelas               :Actinopterygii
Ordo                :Cypriniformes
Famili              :Cyprinidae
Genus              :Barbonymus
Spesies            : Barbonymus gonionotus
          Deskripsi
Kulit ikan berlendir terlindungi oleh sisik sikloid yang berwarna abu tua di sebelah atas dekat sirip punggung dan abu muda disebelah bawah dekat sirip dada. Kulit tersebut memiliki tekstur halus dan tipis seperti selaput, berwarna abu-abu tua yang menyerupai warna sisiknya.
Ikan tawes memiliki lubang hidung eksternal dan internal yang salurannya terhubung.
Memiliki rahang yang terdiri dari 1 tulang rahang atas dan 1 tulang rahang bawah yang bertulang sejati. Ujung mulut (rostum) halus karena tidak terdapat gigi.
Memiliki sepasang tutup insang (operculum)di bagian kiri dan kanan yang masing-masing terdiri dari 4 keping yaitu 1 keping tutup insang dekat mata, 3 keping tutup insang bawah.
Memiliki Insang yang terdiri dari daun insang dan lengkung insang yang terdiri dari 4 pasang filamen insang yang sama tinggi, sisir insang, septum yang lebih pendek dari filamennya, 1 buah pembuluh eferen, 1 buah pembuluh aferen dan lengkung insang.
Memiliki sirip yang terdiri dari sirip punggung dengan satu berjari keras dan 8 jari sirip lainnya berjari lemah, sirip ekor berjari lemah, sirip dada berpasangan yang berlobus pada pangkal, berjari lemah berjumlah 12 jari, sirip perut berpasangan tanpa lobus, berjari lemah berjumlah 8 jari dan sirip anal bertulang lemah berjumlah 7 jari.
Ikan tawes memiliki 2 buah gelembung renang yang berhubunganan berasal dari usus.
PEMBAHASAN
1.      MORFOLOGI
a.       Ikan Kancra (Labeobarbus aeneus)
Morfologi ikan kancra mulai dari anterior sampai posterior berturut­ - turut adalah :
a.       Kepala (caput) : bagian tubuh mulai dari ujung mulut sampai nnbagian belakang operculum.
b.      Tubuh (truncus) : bagian tubuh mulai dari Batas akhir operculum sampai anus
c.       Ekor (cauda) : dari anus sampai bagian ujung sirip ekor
b.      Ikan Hiu (Carcharias menissorah)
Morfologi ikan hiu mulai dari anterior sampai posterior berturut­ - turut adalah :
            Ikan hiu kecil (+ 1 m), memiliki banyak silindris, ujung lancip, kepala pipih. Ada sirip median dorsal. Sirip kaudal heteroserkal. Mulut ventral. Lubang hidung dua buah, di sebelah ventral kepala. Mata di sebelah lateral. Celah insang 5 buah, di belakang mata. Disebelah dorsal depan mata ada spirakulum, yaitu peninggalan celah insang 5 buah, di belakang mata. Di sebelah dorsal depan mata ada spirakulum, yaitu peninggalan celah insang. Lubang kloaka di antara sirip pelvik. Tubuh tertutup dengan sisik-sisik plakoid yang asalnya homolog dengan gigi (mesodermal dan ektodermal). Seperti pada gigi, sisik placoid itu berisi dentin (mesodermal) dan dilapisi dengan email (ektodermal) (Djarubito, 1989: h. 185).
2.      RUMUS SIRIP
a.       Ikan Nilem : D1,13 & A1,6
          Ikan nilem memiliki sirip dorsal sebanyak 1 sirip keras dan 13 sirip lemah.
          Dan sirip anal sebanyak 1 sirip keras dan 6 sirip lemah.
b.      Ikan Sepat : D8,9 & A12,35
          Ikan sepat memiliki sirip dorsal sebanyak 8 sirip keras dan 9 sirip lemah.
          Dan memiliki sirip anal sebanyak 12 sirip keras dan 35 sirip lemah.
c.       Ikan Lele : D0,64 & A0,55
          Ikan lele memiliki sirip dorsal sebanyak 64 sirip lemah.
          Memiliki sirip anal sebanyyak 55 sirip lemah
          Dan tidak punya sirip keras.
d.      Ikan Nila: D17,11 & A3,8
          Ikan nila memiliki sirip dorsal sebanyak 17 sirip keras dan 11 sirip lemah
          Memliki sirip anal sebanyak 3 sirip keras dan 8 sirip lemah

3.      TIPE SISIK
a.       Ikan Sepat : Ctenoid
b.      Ikan Nila : Sikloid
c.       Ikan Tawes : cycloid
4.      Alat Pernafasan Tambahan
a.       Ikan Sepat
          Alat pernafasan sepat dicirikan oleh adanya organ labirin (labyrinth) di ruang insangnya, yang amat berguna untuk membantu menghirup oksigen langsung dari udara. Adanya labirin ini memungkinkan ikan-ikan tersebut hidup di tempat-tempat yang miskin oksigen seperti rawa-rawa, sawah dan lain-lain. Labirin  merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini berfungsi menyimpan cadangan 02 sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekurangan 02.
b.      Ikan Lele
          Aborescent. yaitu alat pernafasan tambahan pada lele berfungsi untuk mengikat O2 di udara bebas..mangkanya lele bisa hidup di perairan tercemar..bahkan padat populasi sekalipun..Biasanya, lele melakukan hal ini dengan cara menyembul atau melewati permukaan air.

KESIMPULAN
Osteichthyes merupakan ikan yang memiliki tulang sejati,
Ciri mutlak yang ada pada osteichthyes :
a.       Osteichtyes hidup di perairan yaitu air tawar dan air laut
b.      Memiliki tulang rusuk yang berfungsi untuk melindungi organ dalam tubuh ikan
c.       Rangka pada osteichtyes tersusun atas tulang sejati, namun terdapat tulang rawan diantara tulang sejati sebagai bantalan
d.      Osteichtyes memiliki sirip.
e.       Memiliki rangka aksial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar