PRAKTIKUM 2
PISCES
WAKTU DAN TEMPAT
-
Hari/Tanggal : Selasa/16
Oktober 2012
-
Pukul :
10.00 Wib s/d selesai
-
Tempat : Lab. Biologi Jurusan Biologi UNIKU
TUJUAN
1. Mahasiswa
dapat mengidentifikasi superclassis pisces
2. Mengamati
struktur morfologi ikan kancra dan ikan hiu
3. Mengamati rumus sirip ikan nilem/nila, sepat, dan lele.
4. Mengamati tipe sisik ikan sepat, ikan nila dan ikan
kancra.
5. Mengamati alat pernafasan tambahan ikan sepat dan
lele.
DASAR TEORI
Ikan adalah anggota vertebrata
poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang.
Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah
spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Secara taksonomi, ikan tergolong
kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan;
biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies
termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800
spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras
(kelas Osteichthyes). Ikan dalam berbagai bahasa daerah disebut iwak jukut.
Pengelompokan sisik
selain berdasarkan atas bentuk sisik, yaitu:
a. 3.
Sisik Cycloid, merupakan sisik yang bentuknya melingkar dimana didalamnya
terdapat garis-garis melingkar disebut circulii, anulii, radii, dan focus.
b. 4.
Sisik Ctenoid, merupakan sisik yang memiliki stenii pada bagian posteriornya
dan bentukan sisir pada bagian anteriornya.
a.Cycloid b.Ctenoid

ALAT
DAN BAHAN :
Alat
:
-
Seperangkat
alat bedah
-
Bak
paraffin
-
Alat
tulis
-
Penggaris
Bahan
-
Ikan
kancra
-
Gambar
ikan hiu
-
Ikan
nilem/nila
-
Ikan
sepat
-
Ikan
lele
-
Ikan
tawes
CARA
KERJA
1. Menyiapkan peralatan dan bahan
2. Meletakan ikan dalam bak parafin
3. Mengamati morfologi ikan kancra
dan hiu
4. Menentukan rumus ikan dan tipe
sisik berbagai ikan
5. Membedah ikan sepat dan lele
HASIL
PENGAMATAN
1. Ikan Kancra (Labeobarbus aeneus)

‐
Klasifikasi
:
Kingdom :
Animalia
Phylum :
Chordata
Class :
Actinopterygii
Order :
Cypriniformes
Family :
Cyprinidae
Genus :
Labeobarbus
Species :
Labeobarbus aeneus
‐
Deskripsi
:
Labeobarbus atasu ikan pari termasuk kedalam family Cyprinidae.
Spesies ini
tersebar luas di
seluruh Afrika timur dan terutama Afrika bagian selatan, juga di Danau Tana di
Ethiopia.
2. Ikan Hiu (Carcharias menissorah)
Ket.
1. Sirip punggung
I (Pinna dorsalis I)
2. Sirip punggung
II (Pinna dorsalis II)
3. Rahang atas
(Maksila)
4. Mata (Visus)
5. Celah insang
6. Sirip dada (Pinna
pectoralis)
7. Sirip dubur
(Pinna analis)
8. Pinna pelvic
9. Pinna caudalis
(sirip ekor)
‐
Klasifikasi
:
Kingdom :Animalia
Filum :Chordata
Kelas :Chondrichthyes
Filum :Chordata
Kelas :Chondrichthyes
Ordo : Carcharhiniformes
Genus : Carcharias
Species :
Carcharias menissorah
‐
Deskripsi
:
Ikan Hiu adalah ikan dengan kerangka tulang rawan yang lengkap dan
tubuh yang ramping. Species ini bernapas
dengan menggunakan lima liang insang (kadang-kadang enam atau tujuh, tergantung pada
spesiesnya) di samping, di belakang, kepalanya. Hiu mempunyai tubuh yang
dilapisi kulit dermal denticles untuk melindungi kulit mereka dari
kerusakan, dari parasit,
dan untuk menambah dinamika air. Mereka
mempunyai beberapa deret gigi yang dapat digantikan.
3. Ikan Nilem/Nila (Oreochromis niloticus)

‐
Klasifikasi
:
Kingdom : Animalia
Filum
: Chordata
Kelas
: Osteoichthyces
Ordo :
Percomorphi
Famili : Ciclidae
Genus
: Oreochromis
Spesies
: Oreochromis niloticus
‐
Deskripsi
:
Kulit ikan berlendir terlindungi
oleh sisik stenoid yang berwarna hitam keabu- abuan di sebelah atas dekat sirip
punggung, berwarna bening dan agak kemerahan disebelah bawah dekat sirip dada
dan sirip perut. Kulit tersebut memiliki tekstur halus dan tipis seperti
selaput, berwarna hitam keabuan yang menyerupai warna sisiknya.
Ikan nilem memiliki lubang hidung
eksternal yang salurannya tidak menembus rahang atas. Memiliki rahang yang terdiri dari 1 tulang rahang atas dan 1
tulang rahang bawah yang bertulang sejati. Ujung mulut (rostum) halus karena
tidak terdapat gigi. Memiliki
sepasang tutup insang (operculum) di bagian kiri dan kanan yang masing-masing
terdiri dari 3 keping yaitu 1 keping tutup insang dekat mata, 1 keping tutup
insang atas, 1 keping tutup insang bawah.
Memiliki insang yang terdiri dari daun insang dan lengkung insang, yang
terdiri dari 3 buah filament daun insang, sisir insang, septum yang lebih
pendek dari filamennya. 2 buah pembuluh (aferen dan aferen).
Memiliki sirip yang terdiri dari sirip punggung berjari lemah berjumlah
16, sirip ekor berjari lemah berjumlah 19, sirip dada berpasangan yang berlobus
pada pangkal berjari lemah, sirip perut berpasangan tanpa lobus berjari lemah,
dan sirip anal berjari lemah. Ikan nilem memiliki 2 buah gelembung
renang yang berhubunganan berasal dari usus.
4. Ikan Sepat

‐
Klasifikasi
Kingdom :
Animalia
Filum : Chordate
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Family : Osphronemidae
Genus : Trichogaster
‐
Deskripsi
Ikan Sepat merupakan ikan yang hidup di air
tawar dan termasuk dalam family gurami Osphronemidae. Ciri ciri umum
ikan sepat bertubuh pipih jorong dengan moncong runcing dan mulut kecil. Sisik
kecil-kecil, bersusun miring, dalam aneka ukuran. Gurat sisi sempurna, bentuk
tabung yang kadang-kadang agak lengkung. Sirip punggung (dorsal)
terletak jauh ke belakang, namun berakhir agak jauh di depan sirip ekor.
Sirip perut (ventral) berubah bentuk; sepasang jari-jari lunak yang
pertama berubah menjadi alat peraba yang menyerupai cambuk panjang sepanjang
badan, ditambah dengan sepasang duri pendek dan beberapa pasang jumbai pendek
yang tak seberapa terlihat. Sirip dubur (anal) memanjang mulai dari di
bawah dada hingga pangkal ekor. Sirip dada (pectoral) kurang lebih
meruncing, sementara sirip ekor sedikit bercabang.

‐
Klasifikasi
:
Kingdom : Animalia
Phyllum : Chordata
Classis : Pisces
Ordo : Cypriniformes
Familia : Claridae
Genus : Clarias
Species : Clarias batrachus
‐
Deskripsi
:
Ikan lele
adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar, dengan tubuhnya agak pipih
memanjang, memiliki kumis, serta kepala yang keras bertulang sejati. Pemukaan
tubuhnya licin, berlendir dan tidak memiliki sisik. Kulitnya tipis berwarna
hitam dengan bercak-bercak putih, pada bagian inferior berwarna putih. Pada
sisi kiri dan kanan terdapat gurat sisi.
Lubang hidung yang depan merupakan tabung pendek
berada dibelakang bibir atas, lubang hidung sebelah belakang merupakan celah
yang kurang lebih bundar. Lubang hidung ini merupakan lubang hidung eksternal,
karena tidak tembus ke rahang atas.
Memiliki tulang rahang atas dan tulang rahang bawah,
yang bertulang sejati. Ujung mulutnya (rostum) kasar bergerigi, karena terdapat
gigi, bentuk susunan giginya melengkung dan
menempel pada rahang.
Ikan lele ini memiliki sepasang tutup insang yang menyatu dengan mandibula.
Sirip ikan lele merupakan tulang lemah. Sirip ekor
panjang membulat, tidak bergabung dengan sirip punggung maupun sirip anal.
Sirip punggung memanjang sepanjang badannya. Sirip anal menanjang dari bawah
ekor sampai ke dekat anal. Sirip dada dilengkapi dengan duri tajam (patil) yang
beracun, selain itu juga pada sirip dada terdapat lobus.
Memiliki insang yang terdiri dari daun insang dan
lengkung insang, yang terdiri dari 4 buah daun insang,
sisir insang, septum yang lebih pendek dari filamennya. Pada ikan
lele tidak memiliki gelembung renang dan pada usus tidak terdapat katup.
6.
Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus)

‐
Klasifikasi
Kerajaan :Animalia
Filum :Chordata
Kelas :Actinopterygii
Ordo :Cypriniformes
Famili :Cyprinidae
Genus :Barbonymus
Spesies : Barbonymus gonionotus
Filum :Chordata
Kelas :Actinopterygii
Ordo :Cypriniformes
Famili :Cyprinidae
Genus :Barbonymus
Spesies : Barbonymus gonionotus
‐
Deskripsi
Kulit ikan berlendir terlindungi
oleh sisik sikloid yang berwarna abu tua di sebelah atas dekat sirip punggung
dan abu muda disebelah bawah dekat sirip dada. Kulit tersebut memiliki tekstur
halus dan tipis seperti selaput, berwarna abu-abu tua yang menyerupai warna
sisiknya.
Ikan tawes memiliki lubang hidung
eksternal dan internal yang salurannya terhubung.
Memiliki rahang yang terdiri dari 1
tulang rahang atas dan 1 tulang rahang bawah yang bertulang sejati. Ujung mulut
(rostum) halus karena tidak terdapat gigi.
Memiliki sepasang tutup insang
(operculum)di bagian kiri dan kanan yang masing-masing terdiri dari 4 keping
yaitu 1 keping tutup insang dekat mata, 3 keping tutup insang bawah.
Memiliki Insang yang terdiri dari
daun insang dan lengkung insang yang terdiri dari 4 pasang filamen insang yang
sama tinggi, sisir insang, septum yang lebih pendek dari filamennya, 1 buah
pembuluh eferen, 1 buah pembuluh aferen dan lengkung insang.
Memiliki sirip yang terdiri dari
sirip punggung dengan satu berjari keras dan 8 jari sirip lainnya berjari
lemah, sirip ekor berjari lemah, sirip dada berpasangan yang berlobus pada
pangkal, berjari lemah berjumlah 12 jari, sirip perut berpasangan tanpa lobus,
berjari lemah berjumlah 8 jari dan sirip anal bertulang lemah berjumlah 7 jari.
Ikan tawes memiliki 2 buah gelembung
renang yang berhubunganan berasal dari usus.
PEMBAHASAN
1.
MORFOLOGI
a. Ikan Kancra (Labeobarbus aeneus)
Morfologi ikan kancra mulai
dari anterior sampai posterior berturut - turut adalah :
a. Kepala
(caput) : bagian tubuh mulai dari ujung mulut sampai nnbagian belakang
operculum.
b. Tubuh
(truncus) : bagian tubuh mulai dari Batas akhir operculum sampai anus
c. Ekor
(cauda) : dari anus sampai bagian ujung sirip ekor
b.
Ikan
Hiu (Carcharias menissorah)
Morfologi
ikan
hiu mulai dari anterior sampai posterior berturut - turut adalah :
Ikan
hiu kecil (+ 1 m), memiliki banyak silindris, ujung lancip, kepala pipih. Ada
sirip median dorsal. Sirip kaudal heteroserkal. Mulut ventral. Lubang hidung
dua buah, di sebelah ventral kepala. Mata di sebelah lateral. Celah insang 5
buah, di belakang mata. Disebelah dorsal depan mata ada spirakulum, yaitu
peninggalan celah insang 5 buah, di belakang mata. Di sebelah dorsal depan mata
ada spirakulum, yaitu peninggalan celah insang. Lubang kloaka di antara sirip
pelvik. Tubuh tertutup dengan sisik-sisik plakoid yang asalnya homolog dengan
gigi (mesodermal dan ektodermal). Seperti pada gigi, sisik placoid itu berisi
dentin (mesodermal) dan dilapisi dengan email (ektodermal) (Djarubito, 1989: h.
185).
2.
RUMUS SIRIP
a. Ikan Nilem : D1,13 & A1,6
‐
Ikan
nilem memiliki sirip dorsal sebanyak 1 sirip keras dan 13 sirip lemah.
‐
Dan
sirip anal sebanyak 1 sirip keras dan 6 sirip lemah.
b. Ikan Sepat : D8,9 & A12,35
‐
Ikan
sepat memiliki sirip dorsal sebanyak 8 sirip keras dan 9 sirip lemah.
‐
Dan
memiliki sirip anal sebanyak 12 sirip keras dan 35 sirip lemah.
c. Ikan Lele : D0,64 & A0,55
‐
Ikan
lele memiliki sirip dorsal sebanyak 64 sirip lemah.
‐
Memiliki
sirip anal sebanyyak 55 sirip lemah
‐
Dan
tidak punya sirip keras.
d. Ikan Nila: D17,11 & A3,8
‐
Ikan
nila memiliki sirip dorsal sebanyak 17 sirip keras dan 11 sirip lemah
‐
Memliki
sirip anal sebanyak 3 sirip keras dan 8 sirip lemah
3.
TIPE SISIK
a. Ikan Sepat : Ctenoid

b. Ikan Nila
: Sikloid

c. Ikan Tawes : cycloid

4. Alat Pernafasan Tambahan
a. Ikan Sepat

‐
Alat
pernafasan sepat dicirikan oleh adanya organ labirin (labyrinth) di ruang
insangnya, yang amat berguna untuk membantu menghirup oksigen langsung dari
udara. Adanya labirin ini memungkinkan ikan-ikan tersebut hidup di
tempat-tempat yang miskin oksigen seperti rawa-rawa, sawah dan lain-lain. Labirin
merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga
merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini berfungsi menyimpan cadangan
02 sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekurangan 02.
b. Ikan Lele

‐
Aborescent.
yaitu alat pernafasan tambahan pada lele berfungsi untuk mengikat O2 di udara
bebas..mangkanya lele bisa hidup di perairan tercemar..bahkan padat populasi
sekalipun..Biasanya, lele melakukan hal ini dengan cara menyembul atau melewati
permukaan air.
KESIMPULAN
Osteichthyes
merupakan ikan yang memiliki tulang sejati,
Ciri
mutlak yang ada pada osteichthyes :
a.
Osteichtyes hidup di perairan yaitu air tawar dan air laut
b.
Memiliki tulang rusuk yang berfungsi untuk melindungi organ dalam tubuh ikan
c.
Rangka pada osteichtyes tersusun atas tulang sejati, namun terdapat tulang
rawan diantara tulang sejati sebagai
bantalan
d.
Osteichtyes memiliki sirip.
e.
Memiliki rangka aksial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar