PENGAMATAN
BERBAGAI PIGMEN PADA DAUN
TUJUAN
:
1.
Merancang suatu model eksperimen dimana
semua alat dan bahan dapat digunakan untuk membuktikan adanya berbagai pigmen
pada daun
2.
Mengetahui faktor yang menyebabkan
perbedaan pigmen warna pada daun
DASAR
TEORI
Pigmen adalah senyawa
kimia yang hanya mencerminkan panjang gelombang tertentu dari cahaya tampak. Pigmen
disimpan dalam plastid yaitu kloroplas. Didalam kloroplas terdapat 2 golongan zat
warna yaitu klorofil dan karetenoid.
a.
Klorofil, pigmen hijau
tumbuhan dan merupakan pigmen yang paling penting dalam proses fotosintesis.
Klorofil
a : C55H72O5N4Mg : warna hijau biru
Klorofil
b : C55H70O6N4Mg : warna hijau
kuning
Antara klorofil a dan klorofil b mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda,
dimana klorofil a di samping bias menyerap energi cahaya, klorofil ini juga
bias merubah energi cahaya dan tidak bisa merubahnya menjadi energi kimia dan
energi itu akan ditransfer dari klorofil b ke klorofil a. Klorofil b ini tidak
larut dalam etanol tapi dapat larut
dalam ester, dan kedua jenis klorofil ini larut dalam senyawa aseton (Devlin,
1975).
Krolofil a
terdapat sekitar 75 % dari total klorofil.
b. Karetenoid,
Di samping
berperan sebagai penyerap cahaya, karotenoid pada tilakoid juga berperan untuk
melindungi klorofil dari kerusakan oksidatif oleh O2, jika intensitas
cahaya sangat tinggi.
Kareton
: C40H56 : warna jingga merah
Xantofil
: C40H56O2 : kuning
ALAT
DAN BAHAN
Alat :
-
Gelas beker
-
Penggaris
-
Pencatat waktu
-
Mortar dan alu
Bahan :
-
Kertas saring
-
Alcohol
70 %
-
NaOH
-
3 macam bunga dan 3 macam daun
CARA
KERJA
1.
Menyiapkan 3 macam daun dan 3 macam bunga
2.
Menghaluskan masing-masing daun dan
bunga hingga berbentuk ekstrak
3.
Meneteskan ekstrak pada masing-masing
kertas saring, dengan letak ditengah
4.
Menggantungkan sebagian ekstrak daun dan
bunga pada alcohol dengan ujung kertas menyentuh alcohol
5.
Melakukan kegiatan no. 4 dengan
mengganti alcohol dengan NaOH
6.
Mengamati merambatnya pigmen tiap 1
menit sebanyak 5 kali
7.
Menghitung jarak per menit dan
menghitung kecepatannya dan amati perubahan warna
HASIL
1.
Tabel
pengamatan dalam Alkohol
|
Bahan (Warna)
|
Jarak (cm) Per menit
|
||||
|
I
|
II
|
III
|
IV
|
V
|
|
|
Bugenvil (ungu)
|
1.7
(merah)
|
1.9
(mrh muda)
|
2
(mrh muda pucat)
|
2.1
(mrh muda pucat)
|
2.2
(putih)
|
|
Alamanda (kuning)
|
3.3
(kuning)
|
3.4
(kuning)
|
3.5
(kuning pucat)
|
3.6
(kuning pucat)
|
3.7
(kuning pucat)
|
|
Soka (orange)
|
0.6
(orange)
|
0.8
(orange)
|
0.9
(orange pucat)
|
1
(kuning)
|
1.1
(kuning)
|
|
Daun beringin (hijau)
|
1
(hijau muda)
|
1.1
(hijau muda)
|
1.2
(hijau muda)
|
1.3
(hijau muda)
|
1.4
(hijau muda)
|
|
Daun puring
(Hijau-kuning)
|
0.5
(hijau)
|
0.6
(hijau muda)
|
0.7
(hijau muda)
|
0.7
(kuning)
|
1.5
(kuning)
|
|
Daun b. sepatu (hijau)
|
0.6
(hijau)
|
0.6
(orange)
|
0.6
(orange)
|
0.9
(orange)
|
1.1
(orange)
|
2.
Tabel
pengamatan Dalam NaOH
|
Bahan (Warna)
|
Jarak Per menit
|
||||
|
I
|
II
|
III
|
IV
|
V
|
|
|
Bugenvil (ungu)
|
1.1
(merah)
|
1.2
(coklat)
|
1.2
(coklat)
|
1.2
(ungu)
|
1.2
(ungu)
|
|
Alamanda (kuning)
|
0.9
(kuning)
|
1
(kuning)
|
0.8
(kuning)
|
0.8
(kuning pucat)
|
0.7
(kuning pucat)
|
|
Soka (orange)
|
0.5
(coklat muda)
|
1
(kuning pucat)
|
1.1
(kuning kehijauan)
|
1.2
(hijau)
|
1.2
(hijau pucat)
|
|
Daun beringin (hijau)
|
1
(hijau muda)
|
1.2
(kuning)
|
1.3
(pink pudar)
|
1.4
(pink pudar)
|
1.5
(pink pekat)
|
|
Daun puring
(Hijau-kuning)
|
1.1
(hijau muda)
|
1.2
(kuning)
|
1.2
(kuning)
|
1.3
(kuning)
|
1.4
(kuning)
|
|
Daun b. sepatu (hijau)
|
0.6
(hijau)
|
0.9
(hijau muda)
|
0.9
(hijau muda)
|
1
(hijau muda)
|
1.1
(hijau muda)
|
rumus kecepatan
v=s/t
maka
3.
Tabel kecepatan jarak tempuh dan
grafik perhitungan rata-rata dalam alkohol
|
Bahan
|
Kecepatan (V)
|
V Rata-rata
|
||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
||
|
Bugenvil
|
1.7
|
0.95
|
0.67
|
0.525
|
0.44
|
0.9
|
|
Alamanda
|
3.3
|
1.7
|
1.17
|
0.9
|
0.74
|
1.6
|
|
Soka
|
0.6
|
0.4
|
0.3
|
0.25
|
0.22
|
0.4
|
|
Daun beringin
|
1
|
0.55
|
0.4
|
0.325
|
0.28
|
0.5
|
|
Daun puring
|
0.5
|
0.3
|
0.23
|
0.175
|
0.3
|
0.3
|
|
Daun b. sepatu
|
0.6
|
0.3
|
0.2
|
0.225
|
0.22
|
0.3
|

4.
Tabel dan grafik kecepatan jarak
tempuh dan grafik perhitungan rata-rata dalam NaOH
|
Bahan
|
Kecepatan (V)
|
V Rata-rata
|
||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
|
|
Bugenvil
|
1.1
|
0.6
|
0.4
|
0.3
|
0.24
|
0.5
|
|
Alamanda
|
0.9
|
0.5
|
0.3
|
0.2
|
0.14
|
0.4
|
|
Soka
|
0.5
|
0.5
|
0.4
|
0.3
|
0.24
|
0.4
|
|
Daun beringin
|
1
|
0.6
|
0.4
|
0.35
|
0.3
|
0.5
|
|
Daun puring
|
1.1
|
0.6
|
0.4
|
0.325
|
0.28
|
0.5
|
|
Daun b. sepatu
|
0.6
|
0.45
|
0.3
|
0.25
|
0.22
|
0.4
|

5.
Gambar Pengamatan
RUMUSAN
MASALAH
Apa fungsi dari alkohol dan NaOH pada percobaan ini?
HIPOTESIS
Sebagai pelarut klorofil yang terkandung pada daun.
PEMBAHASAN
Dalam pengamatan ini kami mengunakan 3 macam bunga
(alamanda, bugenvil, soka) dan 3 macam daun (daun puring, daun beringin, dan
daun bunga sepatu). Berdasarkan data hasil penelitian di atas menunjukkan adanya
berbagai pigmen pada tiap tanaman.
Dalam
alcohol, Pada hasil praktik yang telah dilakukan, bahwa pengamatan pada bunga Bugenvil menimbulkan pigmen berwarna Violet
( warna ungu ) dan Fikoeretrin
( warna merah – merah muda ). Dengan kecepatan rata-rata dari jarak
tempuhnya adalah 0,9. pada bunga Alamanda menimbulkan
pigmen berwarna xantofil ( warna kuning ). Dengan kecepatan rata-rata dari
jarak tempuhnya adalah 1,6. pada bunga Soka menimbulkan
pigmen berwarna Xantofil ( warna kuning) dan carotenes (orange). Dengan kecepatan rata-rata dari
jarak tempuhnya adalah 0,4. pada Daun beringin menimbulkan
pigmen berwarna Klorofil a ( warna hijau tua ) dan Hijau muda. Dengan kecepatan
rata-rata dari jarak tempuhnya adalah 0,5.
pada Daun puring menimbulkan pigmen berwarna
Klorofil b ( warna hijau kuning ), hijau muda dan
Xantofil ( warna kuning ). Dengan kecepatan rata-rata dari
jarak tempuhnya adalah 0,3. pada Daun b. sepatu menimbulkan pigmen berwarna Klorofil
a ( warna hijau tua ) dan carotenes (Orange)
. Dengan kecepatan rata-rata dari jarak tempuhnya adalah 0,3.
Dalam
NaOH, Pada hasil praktik yang telah dilakukan, bahwa pengamatan pada bunga Bugenvil menimbulkan pigmen berwarna Fikoeretrin
( warna merah), warna coklat, dan Violet ( warna ungu). Dengan
kecepatan rata-rata dari jarak tempuhnya adalah 0,5. pada bunga Alamanda menimbulkan pigmen berwarna xantofil (
warna kuning ) dan kuning pucat. Dengan kecepatan rata-rata dari jarak
tempuhnya adalah 0,4. pada bunga Soka menimbulkan
pigmen berwarna carotenes (orange), coklat, xantofil (kuning), Klorofil
b (kuning-kehijauan), dan hijau. Dengan kecepatan rata-rata dari jarak
tempuhnya adalah 0,4. pada Daun beringin menimbulkan
pigmen berwarna Klorofil a ( warna hijau tua ), kuning dan merah muda. Dengan
kecepatan rata-rata dari jarak tempuhnya adalah 0,5. pada Daun puring menimbulkan
pigmen berwarna Klorofil b ( warna hijau kuning ), hijau muda dan
Xantofil ( warna kuning ). Dengan kecepatan rata-rata dari
jarak tempuhnya adalah 0,5 pada Daun b. sepatu menimbulkan
pigmen berwarna Klorofil a ( warna hijau tua ) dan hijau muda. Dengan kecepatan
rata-rata dari jarak tempuhnya adalah 0,4
Maka, Berdasarkan grafik di atas,
dalam Alkohol menunjukan bahwa kecepatan rata-rata yang paling tinggi adalah
pada bunga alamanda dengan pigmen warna kuning (xantofil). Jarak tempuh pigmen
fotosintesis yang terbesar yaitu terdapat pada xantofil (kuning) sebesar 1,6
dan yang terendah pada Klorofil b dan Klorofil a sebesar 0,3. Sedangkan dalam
NaOH menunjukan bahwa kecepatan rata-rata yang paling tinggi adalah pada bunga Bugenvil
(ungu), daun beringin beringin (hijau) dan puring (hijau kuning). Jarak tempuh
pigmen fotosintesis yang terbesar yaitu terdapat pada ungu, Klorofil a, dan
Klorofil b sebesar 0,5.
KESIMPULAN
Dari
hasil praktikum pengamatan pigmen fotosintesis terdapat beberapa pigmen yang ada
pada setiap daun dan bunga. Terdiri dari klorofil a dan b, adapun pigmen
xantofil, karetonoid, yang mana klorofil mempunyai peranan yang sangat penting
dalam fotosintesis.
Sehingga
dari tabel dan grafik di atas dapat disimpulkan bahwa faktor
yang mempengaruhi perubahan warna adalah faktor lingkungan (lama panjang
penyinaran, intensitas cahaya, suhu, persediaan air, kondisi naungan/tidak),
faktor ultimate meliputi kadar klorofil, dan faktor proximate
meliputi morfologi dan anatomi daun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar